Berikanlah jawapan
Huraikanlah simpulan
Biar tenang jiwa ku
Setelah kasih lama berlalu
Tidak mungkin ku lupa
Perjanjian kita
Di bawah rumpun bambu
Di kala bulan sedang beradu oh..oh..
Mengapa terjadi perpisahan ini
Di kala asmara melebar sayapnya
Mengapa kau pergi di saat begini
Di kala hatiku terlukis nama mu
Kalau memang tiada jodoh
Apa lagi nak ku heboh
Aku malu pada teman
Pada semua
Rindu … rindu serindu rindunya
Namun engkau tak mengerti oh…oh
Pilu … pilu sepilu pilunya
Namun engkau tak perduli
Malu … semalu malunya
Namun apa daya orang tak sudi
Mahu … semahu mahunya
Namun apa daya orang dah benci
Berikanlah jawapan
Huraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Aku malu
~Setiap lagu cinta yang dipaparkan disini pernah menyumbangkan kenangan dalam dunia cinta ku suatu masa dulu
~
Kategori: Lagu Cinta
Tagged: lagu kecewa, lagu rindu, Spoon
Lewat nota-nota cinta mu kau hadiahkan aku dengan kata-kata dan madah-madah cinta yang mengasyikkan. Betapa aku terlena dan terbuai dengan janji-janji mu. Aku menjadi perindu sepi kepada ayat-ayat yang bisu.
Aku persis Sang Pungguk yang merindukan bulan. Bulan yang dari kejauhan tampak indah bercahaya dan berseri menerangi malam yang kelam. Tapi kita sering lupa bahwa cahaya itu adalah cahaya pinjaman cuma. Keindahan yang bersifat sementara, keindahan yang merupakan kepuraan semata-mata.
Begitulah diri mu. Aku terikat pada janji-janji pena mu. Aku mengharap pada kasih yang tak pasti. Aku memuja bayangan dirimu. Coretan pena mu memukau diri ku agar aku terus percaya dan lupa kepada realiti.
Tapi kini aku sedar…aku perlu kembali ke alam nyata. Aku harus lupakan kuasa pena mu, aku harus lontarkan segalanya jauh dari hidup ku. Biarlah nota-nota cinta mu menjadi sejarah. Sejarah pahit yang mengajar aku menjadi lebih dewasa dalam cinta. Usah kau permainkan aku lagi dengan pena mu…
Kategori: Madah-madah Cinta
Tagged: kuasa coretan cinta, kuasa pena, madah cinta, permainan cinta